mentari menangis
di senja bermerah
bumi anbiya' menjadi padang jarak
air darah menyesak dada
tubuh layu gugur bergelimpangan
dinding kubur tanpa bernisan
di hujung sana berjuta kelaparan
digerabak yang menyeksakan
![]()
anak-anak kecil bertanyakan bimbang
mengapa lena ibu terlalu panjang
diwajahnya mencerminkan kedukaan
bilakah pula ayah akan pulang
![]()
dia yang x mengerti apa menjadi mangsa
suara tangis syair sendu menghiris kalbu
bilakah berhenti kekejaman
bilakah terhapus penindasan


No comments:
Post a Comment